Langsung ke konten utama

Pengembangan Diri

                        


Quarter Life Crisis 

"Untuk menyelesaikan krisis , maka kita harus kritis"

Apakah masa transisi itu harus sekian panjang ??

Remaja : fase transisi dari anak menuju remaja

Quarter Life Crisis (trend sekarang): Fase transisi remaja menuju dewasa

Artinya mengalami turbelensi dalam turbelensi , berarti turbelensinya double.

Dari Sirah Nabawi batas aqil baligh itu sudah dimulai dari 15 tahun.

Idealnya transisi memikirkan diri sendiri itu sudah selesai di usia 15 tahun

Segera selesaikan kegelisahan urusan pribadi anda senditi, karena orang lain sudah lama menunggu kontribusi anda.

Anda adalah solution maker yang dinanti nanti oleh umat

Seharusnya sekarang kita menjalani fase experiencing value

Tapi ketika saat ini anda usia 20 tahun masih menjalani quarter life crisis maka teruslah berbuat baik/beramal shaleh. Karena nanti hal hal yang membuat kita galau gelisah akan menghilang.

Setiap memulai sesuatu maka awal dan akhirnya harus baik 

Kalau kita merasa quarter life crisis ini penyakit maka obatnya adalah Al Quran, karena Al Quran adalah As-Syifa.

Visi Atau Misi

Biasanya  kita mau termotivasi , ketika mengingat visi kita .

Biasanya visi yang dibuat itu berdasarkan untuk mendapatkan materi 

Ternyata ketika kita mendorong seseorang untuk mendapat sesuatu tapi ternyata itu gak relevan .

"Not get something but do something"

Vission yang selama ini diagungkan agungkan identik dengan getting something, punya dampak yaitu orientasi kebendaan.

Bukan tidak boleh bervisi , tapi dampaknya orientasinya selalu kebendaan.

Di islam itu fokusnya bukan getting something but doing something.

Ketika kita fokus untuk doing something the best biasanya otomatis akan getting something.

3 kriteria manusia terbaik yang melakukan doing something the best:

1) Paling bermanfaat untuk orang lain

2) Belajar quran dan mengajarkan quran

3) Paling baik kepada keluargamu 

Dosa Dosa yang pasti menjadi penghalang untuk menemukan misi hidup:

1.Syirik

2.Durhaka kepada orang tua

3.Shalat

4.Zina

5.Riba

6.Makanan haram

7.Minuman yang memabukkan

8.Fitnah

9.Ghibah

10.Dusta

"Menemukan misi hidup itu diantara kesadaran dan pertaubatan"

Kuat itu ada 4 :

1. Ada kuat yang melemahkan

2.Ada kuat yang menguatkan

3.Ada lemah yang menguatkan

4.Ada lemah yang melemahkan

Cara menguatkan anak :

1.Kuat ketika mengikat hati anak

2.Kuat ketika memberikan narasi peradaban

3.Kuat ketika menugaskan anak 

Kerasa banget kalau sudah banyak melakukan dosa maka hati aku akan menjadi keras, sulit sekali untuk menangis dan untuk menunaikan shalat tahajud . Mengubah kebiasaan buruk aku harus melewat struggle yang sangat besar , sedih sekali aku dengan diriku bahkan aku merasa sampai ingin membenci diriku . Tapi, hal ini malah akan memperburukku dalam memperburuk. 

Penyesalan dan penyesalan terus menerpa diriku , maafin aku ya Allah. Astagfirullah... Maafkan hamba mu ini yang sering tidak tahu diri.

Tidak memaknai diri secara positif akan mengakibatkan aku menilai diri tidak berharga sama sekali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anime Bertemakan Kebebasan, One Piece ! Inilah Karakter yang Menyukai Kebebasan Di Anime One Piece, Salah Satunya Tentu Saja Sang Pemeran Utama

Dalam anime "One Piece," tema kebebasan memiliki peran yang sangat penting. Sejak awal cerita, Luffy dan kru bajak lautnya memperjuangkan impian mereka untuk menemukan "One Piece," harta terbesar yang akan memberi mereka gelar Raja Bajak Laut. Meskipun kebanyakan orang melihat kebebasan sebagai kebebasan fisik dari penjara atau aturan, konsep kebebasan dalam anime One Piece melampaui itu. Banyak karakter dalam anime One Piece mencari kebebasan fisik dari kendala dan penindasan. Luffy, sebagai contoh, ingin bebas berlayar di lautan tanpa terikat oleh aturan atau kekuatan pihak lain. B anyak karakter dalam cerita mengalami penindasan atau penderitaan, dan mereka berusaha untuk membebaskan diri mereka sendiri atau orang lain dari ketidakadilan tersebut di anime One Piece. 1.M onkey D. Luffy Protagonis utama cerita, Luffy adalah kapten Bajak Laut Topi Jerami. Ia sangat menghargai kebebasan dan bermimpi menjadi Raja Bajak Laut untuk mengarungi lautan tanpa terikat oleh a...

Bingung menjadi Berdaya? Ini Tips  menjadi Perempuan Berdaya

  Berkarya pasti udah sering kamu dengar dari banyak hal mungkin dari lingkunganmu ataupun dari sosial media, aku mau tanya nih sama kamu kira-kira kalau berdaya itu apa ya?? Artinya sama nggak ya dengan berdaya??. Kadang akupun berpikiran kayanya berdaya sama berkarya artinya sama aja deh, tapi setelah dipelajari lagi ternyata artinya berbeda loh . Jujur aku pun sebenarnya dari dulu gak terlalu peduli artinya apa, toh akhirnya gak ada hubungannya denganku. Namun tidak dapat dipungkiri, kebanyakan dari kita tidak memperdulikan hal itu. Padahal setiap manusia  harus  berproses untuk menjadi berdaya . Sebenarnya apa sih artinya berdaya?? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata berdaya adalah  mempunyai akal (cara dan sebagainya) untuk mengatasi sesuatu dan sebagainya . Bisa juga artinya berkekuatan. Kekuatan ini bukan hanya soal fisik, tapi jiwanya dan akal nya . Tapi, ketiga hal tersebut bukan digunakan untuk hal yang negatif ataupun hal yang sia-sia....

Menerima Diri Sendiri

                                                           Ditulisan pertama ku , aku akan menuliskan tentang Menerima Diri Kalian Sendiri. Mungkin banyak diantara kalian yang sebenarnya sudah mengerti tentang hal ini tapi faktanya di lapangan masi banyak anak muda zaman sekarang banyak yang salah persepsi tentang maksud sebenarnya dari Menerima Diri Sendiri, disebabkan oleh memaraknya penggunaan teknologi didalamnya jadi kebanyakan dari mereka mengganggap bahwa mereka dapat menerima diri sendiri jika mereka mendapatkan pengakuan dari orang lain,  sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya salah tapi hanya cara nya saja yang salah .Kalau kita bisa flasback ke zaman dulu jika kita ingin mendapat pengakuan orang bahwa kita berharga kita akan belajar dengan keras , melakukan kebaikan ,membuat perubahan. Jika di zaman se...